Kamis, 08 Januari 2026

BAZNAS Gowa Ringankan Beban Masyarakat Atas Nama Rehan Korban Percikan Petasan


GOWA,(gribnewstvlampung@gmail.com)-Rehan Akbar, seorang anak berusia sepuluh tahun yang menjadi korban percikan petasan, akhirnya mendapatkan bantuan biaya medis setelah sempat mengalami kendala biaya di RS Syekh Yusuf.

Meski telah terdaftar sebagai peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS), kartu tersebut tidak dapat digunakan lantaran kasus kecelakaan akibat petasan tidak termasuk dalam cakupan penjaminan. 

Sejak masuk rumah sakit pada awal Januari, kondisi Rehan mendapat perhatian serius dari Ibu Risnawati selaku Tim Lacak Kelurahan Bonto-bontoa. Beliau dengan setia mendampingi ananda Rehan dan keluarganya di rumah sakit untuk memastikan penanganan medis tetap berjalan.

Menyadari kendala biaya yang dihadapi keluarga, Ibu Risnawati mengambil inisiatif mandiri dengan melakukan koordinasi intensif bersama Koordinator Kecamatan (Korcam) Lacak Somba Opu. Berdasarkan arahan tersebut, beliau bergerak cepat mengurus surat rekomendasi ke Dinas Sosial Kabupaten Gowa sebagai dasar permohonan bantuan.
Berbekal rekomendasi dari Dinas Sosial, Ibu Risnawati kemudian membawa berkas korban menuju Kantor BAZNAS Gowa. Upaya gigih ini membuahkan hasil positif dengan datangnya tim BAZNAS Gowa ke rumah sakit untuk menyerahkan langsung bantuan biaya pengobatan, perawatan, serta biaya tindakan operasi bagi Rehan.

Dalam kunjungan tersebut, tim BAZNAS Gowa menyerahkan langsung bantuan biaya operasional medis kepada orang tua Rehan di ruang perawatan. Tampak Rehan masih dalam kondisi pemulihan dengan luka di bagian wajah yang masih tertutup perban akibat insiden tersebut.

Ibu Risnawati menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas bantuan ini, mengingat perjuangan mengurus administrasi di tengah situasi darurat akhirnya membuahkan hasil.

"Alhamdulillah ya Allah. Perjuangan dan usaha kami tidak sia-sia. Kunjungan BAZNAS ke RS hari ini melihat langsung kondisi anak Rehan adalah jawaban atas doa keluarga," ungkap Ibu Risnawati dalam keterangannya.

Sinergi yang cepat antara relawan di lapangan, Dinas Sosial, dan BAZNAS Gowa ini menjadi penolong bagi keluarga korban di saat yang sangat dibutuhkan.

Penulis: Muhammad Tahrir Moleo Hasta
"Red"

Show comments
Hide comments
Tidak ada komentar:
Tulis komentar

Berita Terbaru

Back to Top